Seorang rekan mengunjungiku pagi ini di ruangan mungilku. Sebetulnya tidak ada tujuan khusus sih, hanya ingin numpang mengunyah sarapan paginya. Di sela-sela itu, aku teringat sesuatu, “Bu, mana lessonplan PLBJ untuk bulan ini? Tumben blom di setor.”
“Iya nih bu, belum di bikin. Aku lagi malas buatnya. Kemarin baru dapat masalah besaaar, makanya berimbas sama kerjaan nih.” Begitu jawabnya.
Dan mengalirkan cerita demi cerita yang melatar belakangi masalah tersebut. Kesimpulannya, rekanku itu bermasalah dengan suaminya. Entahlah suaminya berbuat kesalahan apa, yang jelas sang suami sudah mengakuinya tetep rekanku itu belum bisa menerima ‘kekhilafan’ sang suami, sampai-sampai berfikir untuk berpisah segala, walaupun akhirnya tetap bertahan.
Ladys, masalah demi masalah menimpa kita sejak kita dilahirkan. Terkadang, masalah itu jauh lebih berat dari masalah orang lain, atau setidaknya kita berpikiran demikian, maklumlah sifat wanita yang sukanya mendramatisir keadaan dirinya. But its oke, emosi itu harus dikeluarkan, maka keluarkanlah, tapi jangan sampai emosi negative itu menguasaimu. Ketika air mata sudah habis tertumpah ruang, ketika dada sudah tidak lagi sesak, maka itu tanda untuk kembali memunculkan HARAPAN, emosi positif harus tetap dikedepankan. Aku selalu teringat dengan kata kata bijak, ‘Apabila langit bertambah pekat, itu pertanda fajar yang cerah akan tiba.’ Maka apabila masalah bertambah pelik, hati semakin berat dan susah, BERTAHANLAH … karena kemudahan dan pertolongan Allah semakin dekat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar